BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Panduan Shalat Jenazah Lengkap Madzhab Syafi'i Bagian 3: Kaifiyyah Shalat Jenazah Perempuan | Ustadz Betawi Nyablak

ِبِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْم
السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

PANDUAN SHALAT JENAZAH LENGKAP MADZHAB SYAFI'I

Bagian 3: Kaifiyyah Shalat Jenazah Perempuan

Sobat Muda MAN 1 Jakarta dan seluruh pencari ilmu turots yang dirahmati Allah ﷻ! Setelah kemarin kite tuntas mengkaji dan memahami urusan tata cara shalat jenazah laki-laki secara mendalam, sekarang kite masuk ke seri berikutnya yang tak kalah penting, yaitu kaifiyyah shalat jenazah perempuan. Di dalam koridor Fiqih Syafi'iyah yang mu'tabar, terdapat beberapa perbedaan krusial yang harus dicermati dengan kepala dingin, terutama menyangkut letak posisi berdiri imam serta perubahan dhomir (kata ganti) di dalam redaksi doa-doanya. Simak baek-baek, jangan ampe ketuker ya, Biar amal ibadah dan tatanan syariatnye bener-bener sempurna di hadapan Allah ﷻ dan Baginda Nabi Besar Muhammad ﷺ!

Ibadah shalat jenazah perempuan pada dasarnya memiliki struktur empat kali takbir yang serupa dengan jenazah laki-laki. Namun, kekhususan perlakuan terhadap jenazah wanita dalam Islam justru mencerminkan betapa tingginya kedudukan kemuliaan seorang perempuan, baik semasa hidupnya maupun ketika ia telah berpulang ke rahmatullah. Mari kita bedah satu per satu rukun dan panduan praktisnya di bawah ini dengan penuh khusyuk.


1. Posisi Imam & Niat Shalat Jenazah Perempuan

Perbedaan paling mencolok yang diajarkan oleh para ulama mazhab Syafi'i RH terletak pada posisi berdiri imam (atau orang yang menshalatkan sendirian). Jika pada jenazah laki-laki posisi imam berdiri sejajar dengan kepala, maka khusus untuk jenazah berjenis kelamin perempuan, imam disunnahkan untuk berdiri tepat sejajar dengan bagian PERUT atau LAMBUNG jenazah. Hikmah di balik syariat ini adalah bentuk penjagaan dan penghormatan agung terhadap kaum perempuan, di mana perut seorang wanita dipandang sebagai tempat disemayamkannya keturunan. Bersamaan dengan berdirinya kita di posisi tersebut, pasangkan niat di dalam hati dengan lafaz berikut:

أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ المَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ إِمَامًا/مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى

"Aku berniat shalat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."

2. Takbir Pertama (Membaca Al-Fatihah)

Sama persis seperti ketentuan pada jenazah laki-laki, setelah takbiratul ihram yang pertama, rukun qouli berikutnya yang wajib dilaksanakan adalah membaca surah Al-Fatihah secara sirr (pelan). Tidak ada perbedaan bacaan Al-Fatihah antara jenazah laki-laki maupun perempuan. Mari kita renungkan setiap ayatnya sebagai munajat agar pintu rahmat Allah ﷻ terbuka lebar bagi almarhumah.


3. Takbir Kedua (Membaca Shalawat)

Memasuki takbir yang kedua, kita disunnahkan mengangkat tangan sejajar bahu dan melantunkan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Redaksi shalawat yang digunakan tetap menggunakan Shalawat Ibrahimiyah yang agung dan sempurna, sebagai bentuk perantara mulia agar doa-doa kita diterima oleh Allah ﷻ.


4. Takbir Ketiga (Doa untuk Jenazah Perempuan - Laha)

Nah, di takbir ketiga inilah letak perbedaan paling krusial kedua setelah posisi imam. Karena yang dishalati adalah seorang perempuan, maka seluruh dhomir atau kata ganti di dalam teks doa wajib diubah dari bentuk muzakkar (laki-laki) menjadi muannats (perempuan), yakni menggunakan kata "Laha", "Ha", dan "Hi". Perhatikan perubahan redaksinya dengan teliti agar tidak salah dalam mendoakan almarhumah.


5. Takbir Keempat (Doa Penutup - Laha)

Selepas takbir keempat, kita dianjurkan membaca doa penutup agar pahala pengurusan jenazah tidak terputus serta memohon ampunan bersama bagi seluruh kaum mukminin dan mukminat. Di sini pun dhomirnya menggunakan bentuk muannats (laha).


6. Salam Pertama (Menoleh ke Kanan)

Shalat ditutup dengan mengucapkan salam pertama ke arah kanan sambil menolehkan wajah dengan sempurna hingga terlihat pipi kanan, berniat keluar dari ibadah shalat dan mendoakan keselamatan umat Islam serta para malaikat.

7. Salam Kedua (Menoleh ke Kiri)

Melanjutkan salam kedua dengan menolehkan wajah ke arah kiri sebagai kesempurnaan sunnah ibadah shalat jenazah secara berjamaah maupun munfarid.

8. Doa Penutup & Talqin Jenazah Perempuan

Selepas salam, jangan langsung beranjak pergi. Luangkan waktu sejenak untuk melangitkan doa penutup dan talqin ringkas bagi almarhumah perempuan, memohon keteguhan iman saat ia menghadapi pertanyaan kubur di alam barzah.

POJOK SANAD & HIKMAH

🌵 Pantun:
Makan wajik di bawah pohon waru, Rasanya manis kaga ketulungan.
Kalo ngaji kudu cari guru, Biar dhomir Lahu-Laha kaga kebingungan!


📝 Pesan Abi:
Inget ye, imam di perut kalo perempuan! Ini bentuk memuliakan jenazah wanita dalam Islam. Pelajari detailnye biar sempurna pahalanye!

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

🚩 SEMBOYAN ANAK BETAWI ASLI:


Aseli Betawi mah tetep tegak, ilmunya mantep, budayanya kaga bakalan retak!
Buka kitab jangan asal sikat, Biar adab bikin ilmu makin berkat!

Tamat Seri 03, Jenazah Perempuan tuntas, dhomir Laha terucap ikhlas!

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

◈
◈
◈
◈

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi