BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

NAVIGASI LAUT & NELAYAN [KORDINAT 1]: Sinar Mercusuar; Al-Qur’an & Sabda Nabi, Cahaya Terang di Tengah Badai Gelap | Guru Betawi Nyablak

Thumbnail BABA Blog

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญู…ْู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู… ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

๐ŸŽค Cocolan Sambel BABA: Navigasi Laut & Nelayan (Bab II)!

Balik lagi nih Bang, Pok ama Abi di pelabuhan BABA. Gimana ombak kehidupan ente hari-hari ini? Masih lempeng apa sempet mabok laut gara-gara kerjaan numpuk? Santai dlu bntar, pas bgt ente merapat ke mari, kite bakal angkat jangkar, ngulikin rasi bintang utama sumber hukum Islam yang udah disepakati para nakhoda senior (ulama).

Makasih Udeh Nyaba di Lapak Abi! Abi ama BABA seneng banget ente udeh nyempetin diri nyaba di dermaga mari. Kalaupun ente "nyasar" gara-gara ngejar sinyal satelit, selamet yee, "untung ente nyasar...", di mari kapal ente bakal dituntun pake kompas beneran, biar kaga gampang keombang-ambing ombak hoaks akhir zaman, Tong!

Apa sih Gunanye Paham Sumber Hukum Muttafaq Buat Kite? Nah di serial NAVIGASI LAUT & NELAYAN ini kita bakal bedah tuntas rasi bintang utama hukum Islam: Al-Qur'an, Hadis, Ijma', dan Qiyas. Biar ente paham aturan main syariat, kaga asal comot dalil, dan selamat nyampe dermaga tujuan!

Navigasi Laut 2026

"Navigasi Laut Bab II: Menyelami Kompas Utama Sepakat Ulama Demi Keselamatan Berlayar"

๐ŸŽค Kuliah Singkat Samudera Fikih The Nyablak Teacher

Dengerin nih Tong, jadi nakhoda di kapal kehidupan itu kaga cukup modal nekat doang. Ente kudu paham rasi bintang di langit biar kaga salah arah. Di pos pertama ini, kita bakal bedah menara mercusuar paling terang: Al-Qur’anul Karim dan Sabda Nabi Muhammad Saw., dua pusaka utama yang bener-bener nuntun arah pelayaran umat Islam.

Dalam sajian materi Kordinat 1 ini, kita bakal ulik tuntas pengertian Al-Qur'an menurut para ulama, kandungan intinya, dasar kehujjahannya, ampe cara Al-Qur'an menetapkan hukum secara bertahap, disusul kedudukan agung Al-Hadis sebagai baling-baling kapal penjelas firman Allah!

๐Ÿ”ฅ KENAPA KUDU BELAJAR KORDINAT 1 INI?

  • Mercusuar Terang: Paham rasi bintang Al-Qur'an bikin kapal iman ente kaga kandas di karang sesat tengah badai gelombang zaman.
  • Fungsi Hadis Jelas: Ngerti persis gimana Nabi nerangin ayat-ayat global biar gampang diamalkan dalam keseharian.
  • Mental Pelaut Tangguh: Punya pegangan hidup kokoh ala santri Gontor yang siap ngadepin ombak globalisasi tanpa ilang arah.

๐ŸŒŠ KORDINAT 1 (Sinar Mercusuar): Al-Qur’รขn & Al-Hadis

A. Menganalisis Sumber Hukum Islam yang Muttafรขq (Disepakati)

1. Al-Qur’รขn

a. Pengertian al-Qur’an
Al-Qur’an menurut bahasa dari kata ู†َุฒَู„َ - ูŠَู†ْุฒِู„ُ - ู†ُุฒُูˆู„ุงً ูِู‰ ุฃَุฑْุจَุนَุฉِ ุฃَุฑْุจُุนٍ artinya bacaan atau yang dibaca. Sedangkan secara istilah para ulama ushul fikih mengemukakan beberapa definisi sebagai berikut:

Safi Hasan Abu Talib menyebutkan :

ุฑِูˆَุงูŠَุฉً ู„ِุนَุงู…َّุฉِ ู†َู‚َู„َุฉِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒِ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู†َู‚َู„ُูˆู‡ُ ู‚ِุฑَุงุกَุฉً ุจَูŠْู†َ ู…َุดَุงูŠِุฎِ ุงู„ุชَّู„ุงَูˆَุฉِ ูˆَุงู„ุชَّุฌْูˆِูŠุฏِ ุทَุจَู‚َุฉً ุจَุนْุฏَ ุทَุจَู‚َุฉٍ ุฅู„َู‰ ุฃَู†ْ ูŠَู†ْุชَู‡ِูŠَ ุฅู„َู‰ ู…َู†ْุจَุนِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ูˆَุงู„ู†َّุจِู‰ِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูِูŠ ุงู„ู†َّู‚ْู„ِ ุงู„ุฏَّู‚ِูŠู‚ِ ุนَู†ْ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุงู„ْูˆُุตُูˆู„ِ ูِูŠ ุงู„ุณُู†َّุฉِ ูˆَุงู„ْุงุชِّุตَุงู„ِ

Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan dengan lafadz bahasa Arab dan maknanya dari Allah Swt. melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw, ia merupakan dasar dan humber hukum utama bagi syari’at.

Dalam hubungan ini Allah Swt. sendiri menegaskan dalam al-Qur’an :

ุฅِู†َّุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุงู‡ُ ู‚ُุฑْุขู†ًุง ุนَุฑَุจِูŠًّุง ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al- Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf [12]:2)

Zakariyah al-Birri menyatakan bahwa yang disebutkan al-Qur’an adalah :

ุงู„ูƒِุชَุงุจُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُุณَู…َّู‰ ุงู„ู‚ُุฑْุขู†َ ู‡ُูˆَ ูƒَู„ุงَู…ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ุงู„ู…ُู†َุฒَّู„ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงู„ู…َูƒْุชُูˆุจُ ูِูŠ ุงู„ู…َุตَุงุญِูِ ุงู„ู…َู†ْู‚ُูˆู„ُ ุจِุงู„ุชَّูˆَุงุชُุฑِ ุงู„ู„َّูْุธِ ุงู„ุนَุฑَุจِูŠِّ

Al-Kitab yang disebut al-Qur’an adalah Kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada Rasulnya Muhammad Saw, dengan lafadz bahasa Arab, dinukil secara mutawatir dan tertulis pada lembaran-lembaran mushaf.

Menurut al-Ghazali yang disebutkan dengan al-Qur’an adalah :

ุงู„ู‚ُุฑْุขู†ُ ู‡ُูˆَ ูƒَู„ุงَู…ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰

Al-Qur’an merupakan firman Allah Swt.

Dari ketiga definisi pengertian tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, dengan menggunakan bahasa Arab. Adapun perbedaannya definisi kedua lebih menegaskan bahwa al-Qur’an itu dinukil secara mutawatir. Adapun definisi ketiga, yang dikemukakan oleh al-Ghazali hanya menyebutkan bahwa al-Qur’an itu merupakan firman Allah Swt. Akan tetapi, al-Ghazali dalam uraiannya lebih lanjut menyebutkan bahwa al-Qur’an itu bukan perkataan Rasulullah, beliau hanya berfungsi sebagi orang yang menyampaikan apa yang diterima dari Allah Swt.

Sebetulnya, masih terdapat sejumlah definisi lainnya yang diruuskan oleh ulama ushul, tetapi kelihatanya mengandung maksud yang sama, meskipun secara redaksional berbeda. Dalam kaitannya, dengan sumber dalil. Al-Qur’an oleh ulama ushul sering disebut dengan al-Kitab. Umumnya, di dalam kitab-kitab ushul, para ulama ushul dalam sistematika dalil yang mereka susun menyebutkan al-Qur’an dengan al-Kitab.

Hal ini tentu, dapat dipahami bahwa di dalam al-Qur’an sendiri memang juga sering menggunakan kata al-Kitab untuk menyebut al-Qur’an, yaitu dalam alQur’an :

ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูƒِุชَุงุจُ ู„َุง ุฑَูŠْุจَ ۛ ูِูŠู‡ِ ۛ ู‡ُุฏًู‰ ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS.Al-Baqarah [2]:2)

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa al-Qur’an merupakan kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, dengan menggunakan bahasa Arab, yang penukilannya disampaikan secara mutawatir, dari generasi ke generasi, hingga sekarang ini. Penukilan secara mutawatir ini dimana al-Qur’an begitu disampaikan kepada para sahabat, maka para sahabat langsung menghafal dan menyampaikannya pula kepada orang banyak, dalam penyampaiannya tidak mungkin mereka sepakat untuk melakukan kebohongan. Dengan demikian, kebenaran dan keabsahan al-Qur’an terjamin dan terpelihara sepanjang masa serta tidak akan pernah berubah.

b. Pokok isi kandungan al-Qur’an

Isi kandungan al-Qur’an meliputi :

  • 1) Tauhid
  • 2) Ibadah
  • 3) Janji dan ancaman
  • 4) Jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat
  • 5) Riwayat dan cerita (qishah umat terdahulu).
c. Dasar kehujjahan al-Qur’an dan kedudukan sebagai sumber hukum Islam.

Sebagaimana kita ketahui al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dan disampaikan kepada umat manusia adalah untuk wajib di amalkan semua perintahnya dan wajib ditinggalkan segala larangan-nya sebagaimana firman Allah Swt. :

ุฅِู†َّุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุง ุฅِู„َูŠْูƒَ ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ ู„ِุชَุญْูƒُู…َ ุจَูŠْู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِู…َุง ุฃَุฑَุงูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ۚ ูˆَู„َุง ุชَูƒُู†ْ ู„ِู„ْุฎَุงุฆِู†ِูŠู†َ ุฎَุตِูŠู…ًุง

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat . (QS. An-Nisa’ [4]:105)

ูˆَุฃَู†ِ ุงุญْูƒُู…ْ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَู„َุง ุชَุชَّุจِุนْ ุฃَู‡ْูˆَุงุกَู‡ُู…ْ ูˆَุงุญْุฐَุฑْู‡ُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชِู†ُูˆูƒَ ุนَู†ْ ุจَุนْุถِ ู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َูŠْูƒَ ۖ ูَุฅِู†ْ ุชَูˆَู„َّูˆْุง ูَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّู…ุง ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَู†ْ ูŠُุตِูŠุจَู‡ُู…ْ ุจِุจَุนْุถِ ุฐُู†ُูˆุจِู‡ِู…ْ ۗ ูˆَุฅِู†َّ ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ู„َูَุงุณِู‚ُูˆู†َ

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”. (QS.Al-Maidah [5]:49)

Al-Qur’an merupakan sumber hukum utama dalam Islam dan menempati kedudukan pertama dari sumber-sumber hukum Islam yang lain, ia merupakan aturan dasar yang paling tinggi. Semua sumber hukum dan ketentuan norma yang ada tidak boleh bertentangan dengan isi al-Qur’an.

d. Pedoman al-Qur’an dalam menetapkan hukum

Pedoman al-Qur’an dalam menetapkan hukum sesuai dengan perkembangan kemampuan manusia, baik secara fisik maupun rohani. manusia selalu berawal dari kelemahan dan ketidak kemampuan. Untuk itu al-Qur’an berpedoman kepada tiga hal, yaitu :

1) Tidak memberatkan (ุงู„ْุนَุฏَู…ُ ุงู„ْุญَุฑَุฌُ) firman Allah Swt.:

ู„َุง ูŠُูƒَู„ِّูُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู†َูْุณًุง ุฅِู„َّุง ูˆُุณْุนَู‡َุง

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah [2]:286)

ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ْูŠُุณْุฑَ ูˆَู„َุง ูŠُุฑِูŠุฏُ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ْุนُุณْุฑَ ูˆَู„ِุชُูƒْู…ِู„ُูˆุง ุงู„ْุนِุฏَّุฉَ ูˆَู„ِุชُูƒَุจِّุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„َู‰ ู…َุง ู‡َุฏَุงูƒُู…ْ ูˆَู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah [2]:185 )

Contoh : Azimah (ketentuan-ketentuan umum Allah) diantaranya sholat wajib.

2) Meminimalisir beban (ุชَู‚ْู„ِูŠู„ُ ุงู„ุชَّูƒْู„ِูŠูِ)
Dasar ini merupakan konsekwensi logis dari dasar yang pertama. Dengan dasar ini kita mendapat rukhsah (keringanan ) dalam beberapa jenis ibadah, seperti menjama’ dan mengqashar sholat apabila dalam perjalanan dengan syarat yang telah ditentukan.

3) Berangsur angsur dalam menetapkan hukum (ุงู„ุชَّุฏْุฑِูŠุฌُ)
Al-Qur’an dalam menetapkan hukum adalah secara bertahap , hal ini bisa kita telusuri dalam hukum haramnya minum minuman keras, berjudi, serta perbuatan perbuatan yang mengandung judi ditetapkan dalam al-Qur’an. Firman Allah Swt. :

ูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َูƒَ ุนَู†ِ ุงู„ْุฎَู…ْุฑِ ูˆَุงู„ْู…َูŠْุณِุฑِ ۖ ู‚ُู„ْ ูِูŠู‡ِู…َุง ุฅِุซْู…ٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ ูˆَู…َู†َุงูِุนُ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ูˆَุฅِุซْู…ُู‡ُู…َุง ุฃَูƒْุจَุฑُ ู…ِู†ْ ู†َูْุนِู‡ِู…َุง

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”. (QS. Al-Baqarah [2]:219)

Dilanjutkan dengan firman Allah Swt. :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆุง ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ุณُูƒَุงุฑَู‰ ุญَุชَّู‰ ุชَุนْู„َู…ُูˆุง ู…َุง ุชَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ูˆَู„َุง ุฌُู†ُุจًุง ุฅِู„َّุง ุนَุงุจِุฑِูŠ ุณَุจِูŠู„ٍ ุญَุชَّู‰ ุชَุบْุชَุณِู„ُูˆุง ۚ ูˆَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…َุฑْุถَู‰ ุฃَูˆْ ุนَู„َู‰ ุณَูَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ุบَุงุฆِุทِ ุฃَูˆْ ู„َุงู…َุณْุชُู…ُ ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ูَู„َู…ْ ุชَุฌِุฏُูˆุง ู…َุงุกً ูَุชَูŠَู…َّู…ُูˆุง ุตَุนِูŠุฏًุง ุทَูŠِّุจًุง ูَุงู…ْุณَุญُูˆุง ุจِูˆُุฌُูˆู‡ِูƒُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ۗ ุฅِู†َّ ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَูُูˆًّุง ุบَูُูˆุฑًุง

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam Keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. (QS. AnNisa’[4]:43)

Selanjutnya turun ayat bahwa khomr itu diharamkan, firman Allah Swt. :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ุฎَู…ْุฑُ ูˆَุงู„ู…َูŠْุณِุฑُ ูˆَุงู„ุฃَู†ْุตَุงุจُ ูˆَุงู„ุฃَุฒْู„َุงู…ُ ุฑِุฌْุณٌ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ูَุงุฌْุชَู†ِุจُูˆู‡ُ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah [5]:90)


2. Al-Hadis

a. Pengertian al-Hadis
Hadis menurut bahasa mempunyai beberapa pengertian, yaitu baru (ุฌَุฏِูŠุฏ), dekat (ู‚َุฑِูŠุจ) dan berita (ุฎَุจَุฑ). Adapun pengertian al-Hadis menurut istilah ahli Hadis adalah :

ู…َุง ุฃُุณْู†ِุฏَ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู„ٍ ุฃَูˆْ ูِุนْู„ٍ ุฃَูˆْ ุชَู‚ْุฑِูŠุฑٍ ุฃَูˆْ ุตِูَุฉٍ

Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw. baik berupa perkatan, perbuatan, ketetapan (taqrir) dan sebagainya.

b. Macam-macam hadis ada tiga yaitu:

1) Hadis qauliyah (perkataan)
Yaitu hadis-hadis yang diucapkan langsung oleh Nabi Saw. dalam berbagai kesempatan terhadap berbagai masalah, yang kemudian dinukil oleh para sahabat dalam bentuknya yang utuh seperti apa yang diucapkan Nabi Muhammad Saw. contohnya:

ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ุฃَุนْู…َุงู„ُ ุจِุงู„ู†ِّูŠَّุงุชِ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ู„ِูƒُู„ِّ ุงู…ْุฑِุฆٍ ู…َุง ู†َูˆَู‰ (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)

Bahwasannya sahnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya dan seorang hanya memperoleh dari apa yang dia niatkan (HR. Bukhari Muslim)

2) Hadis fi’liyah (perbuatan)
Yaitu hadis-hadis yang berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. yang dilihat atau diketahui oleh para sahabat, kemudian disampaikan kepada orang lain. Contohnya:

ุตَู„ُّูˆุง ูƒَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُู…ُูˆู†ِูŠ ุฃُุตَู„ِّูŠ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…)

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat (HR. Bukhari Muslim)

3) Hadis taqririyah (ketetapan)
Yaitu perbuatan dan ucapan para sahabat yang dilakukan di hadapan atau sepengetahuan Nabi Saw, tetapi beliau mendiamkan dan tidak menolaknya. Sikap diam Muhammad Nabi Saw. tersebut dipandang sebagai persetujuan. Contohnya:

ุฎَุงู„ِุฏٌ ู‚َุงู„َ : ูَุฃَู‡ْุฏَูŠْุชُู‡ُ ู„ِุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุฌَุนَู„َ ูŠَุฃْูƒُู„ُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู„َูƒِู†َّู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَุฃْูƒُู„ْ ู…ِู†ْู‡ُ ู„ุฃَู†َّู‡ُ ุญَุฑَุงู…ٌ ุจَู„ْ ู‚ِูŠู„َ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ุจِุฃَุฑْุถِ ู‚َูˆْู…ِูŠ ูَุฃَุฌِุฏُู‡ُ ุชَู‚َุฐُّุฑًุง (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)

Maaf, berhubung binatang tersebut tidak terdapat di daerah kaumku, aku merasa jijik kepadanya. Khalid berkata: kemudian aku memotongnya dan memakannya sementara Rasulullah Saw. cuma memandang kepadaku (HR. Bukhari Muslim)

c. Dasar kehujjahan al-Hadis dan kedudukannya sebagai sumber hukum Islam

1) Dalil al-Qur’an
Banyak kita jumpai ayat al qur’an yang menjelaskan tentang kewajiban mempercayai dan menerima segala yang disampaikan oleh Rasul kepada umatnya untuk di jadikan pedoman hidup sehari hari . Diantara ayat-ayat yang dimaksud adalah firman Allah Swt:

ู…َุง ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ِูŠَุฐَุฑَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุนَู„َู‰ ู…َุง ุฃَู†ْุชُู…ْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุญَุชَّู‰ ูŠَู…ِูŠุฒَ ุงู„ْุฎَุจِูŠุซَ ู…ِู†َ ุงู„ุทَّูŠِّุจِ ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ِูŠُุทْู„ِุนَูƒُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุชَุจِูŠ ู…ِู†ْ ุฑُุณُู„ِู‡ِ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ูَุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑُุณُู„ِู‡ِ ูˆَุฅِู†ْ ุชُุคْู…ِู†ُูˆุง ูˆَุชَุชَّู‚ُูˆุง ูَู„َูƒُู…ْ ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูŠู…ٌ

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam Keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar. (QS. Ali-Imran (3):179)

Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุงู„َّุฐِูŠ ู†َุฒَّู„َ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุฒَู„َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ۚ ูˆَู…َู†ْ ูŠَูƒْูُุฑْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชِู‡ِ ูˆَูƒُุชُุจِู‡ِ ูˆَุฑُุณُู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ูَู‚َุฏْ ุถَู„َّ ุถَู„َุงู„ًุง ุจَุนِูŠุฏًุง

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa’ [4] : 136)

2) Dalil al-Hadis
Mari kita pahami dalam salah satu pesan Rasulullah Saw. berkenaan dengan kewajiban menjadikan hadis sebagai pedoman hidup, disamping al-Qur’an sebagai pedoman utamannya , beliau bersabda :

ุชَุฑَูƒْุชُ ูِูŠูƒُู…ْ ุฃَู…ْุฑَูŠْู†ِ ู„َู†ْ ุชَุถِู„ُّูˆุง ู…َุง ุชَู…َุณَّูƒْุชُู…ْ ุจِู‡ِู…َุง ูƒِุชَุงุจَ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุณُู†َّุฉَ ุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ

Aku tinggalkan dua pusaka untukmu kalian, yang kalian tidak akan tersesat selagi kamu berpegang pada keduanya, yaitu berupa kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. ( HR. Malik )

d. Fungsi al-Hadis terhadap al-Qur’an adalah:
Dalam al-Qur’an masih banyak ayat bersifat umum dan global yang memerlukan penjelasan. Dari penjelasan itu diberikan oleh Rasulullah Saw. yang berupa al-Hadis. Tanpa penjelasan dari beliau banyak ketentuan al- Qur’an yang tidak bisa dilaksanakan. Maka dari itu al-Hadis memiliki beberapa fungsi terhadap al-Qur’an antara lain:

1) Bayanut taqrir: menetapkan dan menguatkan atau menggarisbawahi suatu hukum yang ada dalam al-Qur’an, sehingga hukum hukum itu mempunyai dua sumber, yaitu ayat yang menetapkannya dan hadis yang menguatkannya. Contoh: hadits tentang penetapan bulan dengan kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Hadits tersebut menguatkan redaksi QS. Al Baqaroh ayat 185 :

ุตُูˆู…ُูˆุง ู„ِุฑُุคْูŠَุชِู‡ِ ูˆَุฃَูْุทِุฑُูˆุง ู„ِุฑُุคْูŠَุชِู‡ِ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Apabila kalian melihat bulan, maka berpuasalah, apabila melihat bulan berbukalah. (HR. Muslim)

2) Bayanut tafsir: menjelaskan atau memberi keterangan menafsirkan dan merinci redaksi al-Qur’an yang bersifat global (umum). Contoh Hadis yang menafsirkan QS. Al-Qadr ayat 1 - 5 sebagai berikut:

ุชَุญَุฑَّูˆْุง ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْู‚َุฏْุฑِ ูِูŠ ุงู„ْุนَุดْุฑِ ุงู„ุฃَูˆَุงุฎِุฑِ ู…ِู†ْ ุฑَู…َุถَุงู†َ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

(malam) lailatul qodr berada pada malam ganjil pada sepuluh akhir bulan Ramadhan. (HR. Bukhori)

3) Bayanut tasyri’: menetapkan hukum yang tidak dijelaskan oleh alQur’an. Contoh pada masalah zakat, al-Qur’an tidak secara jelas menyebutkan berapa yang harus dikeluarkan seorang muslim dalam mengeluarkan zakat fitrah. Nabi Muhammad Saw. menetapkan dalam Hadis:

ูَุฑَุถَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฒَูƒَุงุฉَ ุงู„ْูِุทْุฑِ ุตَุงุนًุง ู…ِู†ْ ุชَู…ْุฑٍ ุฃَูˆْ ุตَุงุนًุง ู…ِู†ْ ุดَุนِูŠุฑٍ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนَุจْุฏِ ูˆَุงู„ْุญُุฑِّ ูˆَุงู„ุฐَّูƒَุฑِ ูˆَุงู„ْุฃُู†ْุซَู‰ ูˆَุงู„ุตَّุบِูŠุฑِ ูˆَุงู„ْูƒَุจِูŠุฑِ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…)

Rasul telah mewajibkan zakat fitrah kepada manusia (muslim). Pada bulan Ramadhan 1 sho’ kurma atau gandum untuk setiap orang, baik merdeka atau sahaya, laki-laki atau perempuan muslim (HR. Bukhari Muslim).



⚖️ KOTAK KHUSUS: MUQORONATUL MADZAHIB (PENDAPAT EMPAT MADZHAB)

Biar wawasan fikih ente makin luas dan kaga kaget denger beda pandangan ulama, nih Abi beberin perbandingan pendapat dari empat mazhab muktabar terkait Al-Qur'an dan Al-Hadis sebagai sumber hukum Islam utama beserta fungsinya:

๐ŸŽฏ ALASAN ABI PILIH MAZHAB SYAFI'I (GAYA BABA & TAKHRIJ)

Dengerin nih ye, Tong! Kenapa Abi dari dulu mandeg, anteng, dan konsisten megang mazhab Syafi'i buat ngupas Al-Qur'an ama Hadis? Bukan berarti mazhab laen kaga bener, kaga! Imam Hanafi, Maliki, ampe Hambali itu mah masterpiece semua ilmu agamanya. Tapi buat kite-kite Anak Betawi Asli kelahiran Cengkareng yang doyan ngaji pasaran dari kitab kuning, mazhab Syafi'i itu ibarat baju yang pas dibadan, adem, kaga ngecilin. Sanad pemahamannya jelas, metodologi istimbath Imam Syafi'i lewat kitab Ar-Risalah ngajarin kita cara narik hukum dari dalil tanpa ninggalin akal sehat dan kaidah bahasa Arab yang bener. Jadi, kalau ada orang ujug-ujug ngomong "kembali ke Quran-Hadis" tapi males ngaji turats ulama Syafi'iyyah yang mateng, bilangin aje: "Katinggian gaya lo, Bro! Jalanan Cengkareng macet, ilmu lo masih kaga nyampe dasar!" Hehe.

✨ POJOK GEN-Z: REALITA "MERCUSUAR" DI ERA DIGITAL ✨

Biar ente kaga sesat di tengah gempuran fyp TikTok dan reels Instagram, liat analogi mercusuar ini:

  • ๐ŸŽฏ Al-Qur'an (GPS Utama):
    "Kalo Google Maps offline atau sinyal ilang, ente baliknya ke peta induk, Bro!"
    ๐Ÿ‘‰ Al-Qur'an itu peta offline paling permanen dari Allah. Kaga bkal ngadat walau kuota habis!
  • ๐ŸŽฏ Hadis (Tutorial Praktis):
    "Punya aplikasi game tapi kaga baca panduan mainnya (tutorial), dijamin bakal kalah terus."
    ๐Ÿ‘‰ Hadis itu tutorial real dari Nabi cara ngaplikasiin ayat Al-Qur'an dalam game kehidupan nyata.

๐Ÿ“ฑ ANALOGI KAPAL LAYAR & KOMPAS DIGITAL

Ente bayangin lagi bawa kapal speedboat di tengah laut lepas, ombak tinggi, malam gelap gulita. Kalau ente cuma mengandalkan perkiraan mata, dijamin kapal ente bakal hantam karang.

Nakhoda Senior: "Nyalain kompas Al-Qur'an dan baling-baling Hadis!"

Nah! Itulah kenapanya sumber hukum muttafaq diibaratkan alat navigasi mutlak. Tanpa Al-Qur'an dan Hadis, hidup ente di zaman fitnah bakal karam tanpa sisa, Tong!

❤ Nasehat Abi Buat Sahabat Baba ❤

"Inget pesen Abi ya, murid-murid Abi yang estetik! Jangan jadi pelaut nekat yang anti kompas ulama!"

๐Ÿ’Ž AQIDAH: Jadikan Al-Qur'an & Hadis Pegangan Matian
Yakini seyakin-yakinnya bahwa sumber hukum muttafaq adalah harga mati. Jangan gampang tergiur tawaran hukum di luar Islam yang bikin iman keropos.
๐ŸŒŸ IBADAH: Amalkan Tuntunan Nabi Tanpa Ngarang
Shalat, puasa, dan amal ibadah ente kudu nyontoh persis kaya hadis sahih. Jangan bikin cara ibadah sendiri yang kaga ada dasarnya, Tong!
๐ŸŒ MU'AMALAH: Berakhlak Al-Qur'an di Tengah Pergaulan
Tunjukkin kalau anak Betawi didikan Gontor itu santun, amanah, dan berpegang teguh pada aturan Islam di mana pun kapal ente berlabuh.
— THE NYABLAK TEACHER • AHMAD THOUFUR ABI • GONTOR '91 —
Abi Sayang Ente Karena Allah

⚓ Konklusi Kordinat 1: Labuh Sauh Sementara

Nah, sampe di sini dulu perjumpaan kita di Kordinat 1 (Sinar Mercusuar: Al-Qur'an & Hadis). Intinya, dua sumber hukum ini adalah harga mutlak yang kaga boleh ditawar-tawar lagi buat nuntun arah hidup umat Islam.

Jangan sampe ente jadi pelaut kesasar gara-gara malas ngaji dan ngulik dalil sahih. Siapin tenaga, abis ini kita bakal lanjut angkat jangkar ke dermaga selanjutnya: KORDINAT 2 (Tali Jangkar Utama: Ijma')!

๐Ÿš€ RUTE DERMAGA PELAYARAN BAB II:

Klik kordinat dermaga di bawah buat mulai petualangan Kapten Baba Bab II!

ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِุงู„ุตَّูˆَุงุจِ

ูˆَุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

๐Ÿ“ธ Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

๐Ÿ“œOFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

◈
◈
◈
◈

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi