ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญู ِْู ุงูุฑَّุญِْูู ِ
ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
๐ค Cocolan Sambel BABA: Benteng Orisinalitas (Bab VII)!
Jumpa lagi nih Bang, Pok ama Abi di lapak BABA. Gimana kabar iman? Masih kenceng apa kendor kegiles tugas segunung? Hehe. Kalo otak ente lagi mumet, pas banget dah mampir di mari, kite bedah bareng-bareng pasukan elit riwayat penjaga keaslian makna Kalamullah.
Makasih Udeh Nyaba di Lapak Abi! Abi ama BABA seneng banget ente udeh nyempetin diri nyaba di mari. Kalaupun ente "nyasar" gara-gara ngetik 'Benteng' di Google, maka Abi ucapin, selamet yee, "untung ente nyasar...", di mari barang bawaan ente kaga bakal disita, malah bakal Abi kasih pencerahan soal kekuatan tafsir berbasis riwayat sahih biar kaga gampang tertipu omongan orang yang kadang asal comot dalil doangan, Tong!
Apa sih Gunanye Belajar Pasukan Elit Riwayat Buat Kite? Nah di serial "BENTENG ORISINALITAS: JAGAAN MAKNA KALAMULLAH" ini kita bakal pelajarin dasar-dasar penafsiran berbasis riwayat (Tafsir Bil Ma'tsur), mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, kelebihan dan kekurangannya, ampe kitab-kitab marji'-nya. Biar ente paham betul bagaimana para salaf menjaga kemurnian wahyu tanpa keluar dari jalur syariat!
"Benteng Orisinalitas Bab VII: Menjaga Kemurnian Makna Al-Qur'an Melalui Pasukan Elit Riwayat"
๐ค Kuliah Singkat Benteng Orisinalitas The Nyablak Teacher
Dengerin nih Tong, anak muda jaman sekarang kalau ngomongin agama kadang suka comot ayat seenak udelnya sendiri tanpa merhatiin sanad periwayatan yang bener. Padahal para ulama udah susah payah ngebangun benteng keilmuan lewat riwayat yang sahih. Kalau kaga pakai rujukan yang jelas, boro-boro paham maksud Allah, yang ada malah tersesat di jalan pintas pemikiran bebas!
Dalam sajian materi kali ini, kita bakal bedah tuntas khusus bagian Seksi 1: Pasukan Elit Riwayat (Tafsir Bil Ma'tsur). Kita ulik pengertiannya secara mendalam, jenis-jenisnya yang otentik, plus kelebihan dan kekurangan metodologi riwayat ini menurut pandangan para ulama muktabar.
๐ฅ KENAPA KUDU BELAJAR PASUKAN ELIT RIWAYAT (SEKSI 1)?
- Benteng Keaslian Wahyu: Biar ente tau cara para sahabat dan tabiin menafsirkan ayat langsung dari bimbingan Rasulullah SAW.
- Saring Riwayat Palsu: Ngerti celah kekurangan dan potensi masuknya riwayat lemah atau Israiliyat supaya kaga gampang tertipu hoaks agama.
- Sanad Keilmuan Jelas: Punya pegangan metodologi yang kokoh ala ulama salaf Ahlussunnah wal Jama'ah.
A. TAFSIR BIL MA’TSUR
1). Pengertian Tafsir Bil Ma’tsur.
Kitab suci Al-Qur’an terdiri dari ayat-ayat yang Mujmal (global) dan juga ayat-ayat yang Tafshil (terperinci). Ayat-ayat yang bersifat global ini, membutuhkan penjelasan sehingga didapat pemahaman yang benar. Penjelasan tersebut terkadang didapatkan dari ayat -ayat Al-Qur’an itu sendiri atau didapat dari periwatan Rasulullah SAW. Tafsir jenis ini kemudian dikenal dengan tafsir bil-Matsur atau juga biasa disebut dengan tafsri Bir Riwayah.
Rasulullah SAW menyampaikan wahyu yang turun kepadanya juga menjelaskan kepada para Sahabat RAA. Terkadang Rasulullah SAW juga langsung menunjukkan bahwa ayat-ayat dalam Al-Qur’an ditafsirkan dengan ayat-ayat yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa tafsir sudah ada sejak Al-Qur’an itu diturunkan.
Para Sahabat menerima penjelasan dari Rasulullah SAW secara lisan dan menyampikan kepada yang lain juga secara lisan. Begitu juga dengan generasi berikutnya sampai datang masa Tadwin (pembukuan) ilmu-ilmu dalam Islam. Cara penafsiran inilah yang kemudian disebut dengan tafsir Bil Ma’tsur atau Tafsir Bir-Riwayah. Manna’ Al-Qaththan menjelaskan bahwa tafsir bil Matsur adalah:
“Adalah yang berdasarkan pada riwayat yang shohih sesuai, yaitu menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, atau dengan Sunnah karena ia berfungsi menjelaskan kitab Allah atau dari apa yang diriwaytakan oleh para shahabat karena merekalah yang paling mengetahui kitab Allah atau dari apa yang dikatakan oleh tokoh-tokoh Tabi’in karena mereka pada umumnya menerima dari shahabat”.
Dalam hal ini, ulama berbeda pendapat dalam memberikan batasan makna tafsir ini. Seperti Az-Zarqoni membatasi pada penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Al-Qur’an dengan sunnah Nabi SAW dan yang didapatkan dari Sahabat. Beliau tidak memasukkan Tabi’in dikarenakan para Tabi’in banyak yang menggunakan Israiliiyat dalam penafsiran mereka. Sedang Az-Dzahabi memasukkan Tabi’in dalam tafsir bil-Ma’tsur dengan mencukupkan termaktub dalam kitab-kitab tafsir bil-Ma’tsur.
2). Jenis-jenis Tafsir Bil Ma’tsur.
Dari definisi di atas dapat dikemukakan bahwa bentuk dari tafsir Bil-Ma’tsur atau tafsir Bir Riwayah sebagai berikut:
Bentuk tafsir ini dapat kita temukan pada penafsiran kata dengan kata dalam ayat, atau ayat dengan ayat lain dalam satu surat, atau ayat dengan ayat pada surat yang lain. Contoh tafsir ini dalam QS: Al-Fatihah [1]: 6 dengan ayat 7:
“Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan juga bukan jalan orang-orang yang sesat”. (QS. Al-Fatihah [1]: 6-7).
Yaitu menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan sunnah nabi Muhammad SAW.
Contoh:
Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Al-Barra’ bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang firman Allah dalam QS: An-Nahl [16] : 88:
“Orang-orang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah, akan Kami tambahkan kepada mereka siksaan diatas siksaan” (QS. An-Nahl [16]: 88).
Dia berkata: “Kalajengking-kalajengking yang berbentuk seperti lebah-lebah yang Panjang yang menyengat mereka di neraka jahanam”.
Telah dijelaskan di awal bahwa ada perbedaan batasan dalam tafsir bil-Matsur. Perkataan Sahabat dimasukkan dalam kategori tafsir bil-Ma’tsur atau tafsir bir Riwayah. Para Sahabat RAA juga termasuk generasi terbaik yang diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis Beliau:
“Rasulullah SAW bersabda: “Generasi terbaik dari umatku adalah periodeku, kemudian generasi yang mengiringi mereka (Sahabat), kemudian generasi sesudah mereka (Tabiin)…..” (HR. Bukhori).
Penafsiran yang dilakukan oleh Tabi’in ada yang menerimanya dan ada juga ulama yang mengharuskan untuk menelitinya terlebih dahulu. Contoh tafsir tentang ayat-ayat Muhkamat yang dimaksud dalam QS: Ali Imran [3]: 7:
“Dialah (Allah) yang menurunkan Al-Kitab kepadamu, ada ayat-ayat muhkamat, itulah isi pokok-pokok Al-Qur’an dan yang lain Mutasyabihat”.
Al-Bukhori meriwayatkan bahwa Mujahid meriwayatkan makna muhkamat (yang pasti maknanya) itu adalah halal dan haram.
3). Kelebihan dan kekurangan tafsir bir Riwayah
Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an atau dengan hadis Rasulullah SAW memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan termasuk tafsir yang harus diikuti dan diambil hujjah darinya. Para ulama berkata: “Siapa saja yang hendak menafsirkan kitab yang Mulia, maka pertama kali ia harus mencarinya dari Al-Qur’an, sesungguhnya yang belum dijelakan pada suatu tempat, maka akan dijelaskan pada tempat yang lain, apa yang diringkas pada suatu tempat akan dijelaskan secara lebih luas di tempat yang lain”. Imam As-Syafi’i RH mengatakan: “Segala sesuatu yang diputuskan oleh Rasulullah SAW adalah hasil dari pemahaman Beliau terhadap Al-Qur’an”.
Demikianlah keistimewaan tafsir bil-Ma’tsur atau tafsir bir-Riwayah. Akan tetapi tafsir ini juga memiliki celah kekurangan-kekurangan, terutama ketika di sandarkan periwayatan tersebut kepada Tabi’in. Diantara kekurangan tersebut adalah:
- (1). Bercampurnya antara riwayat yang shahih dengan riwayat yang tidak shohih. Sehingga memungkinkan bercampurnya dengan faham Zindiq.
- (2). Sering dijumpai kisah-kisah Israilliyat yang kebanyakan dari dongeng, tahayul dan khurafat.
- (3). Memungkinkan dari sebagian pengikut madzab mengklaim pendapat Sahabat sebagai dalil dan hujjah dari pendapat mereka.
4). Contoh kitab-kitab Tafsir Bil Ma’tsur.
- a. Jami’ Al-Bayan Fi Tafsฤซr Al-Qur`an karya Abu Ja’far Muhammad Jarir Aแนญ-แนฌabari (wafat 310 H/923 M).
- b. Baแธฅr Al-‘Ulum karya Nashr bin Muhammad As-Samarqandi.
- c. Al-Kassyaf Wa Al-Bayan ‘An Tafsฤซr Al-Qur`ฤn karya Abu Isแธฅฤq aแนก-แน a’labi.
- d. Ma`alim At-Tanzil karya Muhammad Al-Husain Al-Bagawy (wafat 516 H/1122 M).
- e. Al-Muharrar Al-Wajiz Fi Tafsฤซr Al-Kitab Al-‘Aziz karya Abu Muhammad Al-‘Andalusi.
- f. Tafsir Al–Qur’an Al-`Aแบim karya Ibnu Katsir (wafat 774 H/1373 M).
- g. Al-Jawahir Al-Hisan Fi Tafsir Al-Qur`an karya Abu Zaid Ats-Tsa’labi.
- h. Ad-Durr Al-Manแนกur Fi At-Tafsir Bi Al-Ma’tsur karya Jalaluddin As-Suyuthi (wafat 911 H/1505 M).
⚖️ KOTAK KHUSUS: MUQORONATUL MADZAHIB (PENDAPAT EMPAT MADZHAB)
Biar wawasan ngaji tafsir ente makin luas dan kaga kaget denger beda pandangan ulama mazhab soal metode penafsiran berbasis periwayatan (Tafsir Bil Ma'tsur), nih Abi beberin perbandingan pendapat dari empat mazhab muktabar beserta rujukan kitab marji'-nya:
๐ฏ ALASAN ABI PILIH MAZHAB SYAFI'I (GAYA BABA & TAKHRIJ)
Dengerin nih ye, Tong! Kenapa Abi paling mantap dan konsisten megang mazhab Syafi'i dalam urusan ngaji tafsir dan fikih? Bukan berarti mazhab Hanafi, Maliki, atau Hambali kurang ajar, sumpah kagak! Beliau-beliau itu ulama mujtahid top cerdas kelas dunia. Tapi buat kite-kite Manusia Betawi Asli Cengkareng yang doyan ngaji di tradisi pesantren nusantara, mazhab Syafi'i tuh paling pas di hati. Sanad keilmuannya nyambung rapi tanpa putus, metodologi istimbath dan penjagaan riwayatnya terstruktur jelas lewat karya monumental kayak Ar-Risalah dan dirinci gamblang dalam kitab turats Syafi'iyyah. Jadi, kalau ada orang jaman sekarang sok paling ngerti Al-Qur'an tapi kaga mau ngehargai jalur periwayatan ulama muktabar mazhab Syafi'i, bilangin aje: "Ketinggalan, Bro! Mainan lo kurang jauh, ngaji tafsir-nya kurang dalem, ngopi-nya kurang pait!" Hehe.
✨ POJOK GEN-Z: REALITA "PASUKAN ELIT" DI SEKOLAH ✨
Biar ente kaga pusing, liat analogi "Pasukan Elit Riwayat" nyang sering kejadian di lingkungan sekolah kita:
-
๐ฏ Klarifikasi Berita (Tabayyun Sanad):
"Ada gosip panas anak kelas 10 bolos pas jam pelajaran. Jangan langsung di-share ke grup angkatan, Bro!"
๐ Ente kudu cek dulu kebenarannya ke wali kelas atau ketua OSIS langsung (sebagai 'sanad' pertama). Itulah esensi Tafsir Bil Ma'tsur: ngambil berita dari sumber tangan pertama yang valid! -
๐ฏ Saring Informasi (Anti Hoaks Israiliyat):
"Jangan percaya info dari akun anonim medsos yang sumbernya ga jelas."
๐ Dalam menafsirkan ayat, kalau riwayatnya dhoif atau berasal dari mitos israiliyat palsu, wajib banget dibuang jauh-jauh. Jangan asal comot demi konten viral!
๐ฑ ANALOGI CHAT GRUP (BIAR NYAMBUNG)
Ente bayangin lagi scroll grup Telegram gosip sekolah, tiba-tiba ada akun fake nge-share screenshot chat guru:
Nah, anak MAN 1 Jakarta Barat yang cerdas pasti bakal nerapin metode "Pasukan Elit Riwayat" alias Tabayyun ke ruang guru:
Gitu juga dalil Al-Qur'an, Tong! Jangan pernah percaya tafsir dari orang yang mangap sembarangan tanpa ngikutin jalur periwayatan sahih dari Nabi dan para Sahabat!
๐ Kesimpulan Pos Penjagaan Seksi 1
Alhamdulillah, selesai sudah penjelajahan kita di Pos 1 mengupas tuntas **Pasukan Elit Riwayat (Tafsir Bil Ma'tsur)**. Mulai dari definisi Manna' al-Qaththan, ragam bentuk periwayatan (Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, Sunnah, Sahabat, Tabi'in), sampai kelebihan serta catatan kritis terhadap potensi masuknya riwayat Israiliyat. Intinya, metode ini adalah benteng utama penjagaan orisinalitas makna Al-Qur'an yang wajib kita pegang erat.
Jangan ke mana-mana dulu, Bro! Langsung klik tombol navigasi di bawah buat lanjut ke **Pos 2: Intelijen Lokal (Peran Sahabat & Tabi'in)** biar wawasan ngaji tafsir ente makin komplit dan kaga setengah-setengah!
๐ RUTE POS PENJAGAAN BAB VII:
Klik pos di bawah buat lanjut petualangan Benteng Orisinalitas Bab VII!
َูุงَُّููู ุฃَุนَْูู ُ ุจِุงูุตََّูุงุจِ
َูุงูุณََّูุงู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Tidak ada komentar:
Posting Komentar