ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญู ِْู ุงูุฑَّุญِْูู ِ
ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
๐ค Cocolan Sambel BABA: Sepak Bola (Bab VII)!
Jumpa lagi nih Bang, Pok ama Abi di lapak BABA. Gimana kabar iman? Masih kenceng apa kendor kegiles taktik hidup? Hehe. Kalo otak ente lagi mumet mikirin strategi bola di lapangan, pas banget dah mampir di mari, kite perdalem dikit ilmu Ushul Fiqh soal hukum perintah dan larangan ala coach sejati.
Makasih Udeh Nyaba di Lapak Abi! Abi ama BABA seneng banget ente udeh nyempetin diri nyaba di mari. Kalaupun ente "nyasar" gara-gara ngetik 'Taktik' di Google, maka Abi ucapin, selamet yee, "untung ente nyasar...", di mari barang bawaan ente kaga bakal disita, malah bakal Abi kasih taktik jitu soal kaidah amar dan nahi biar ente paham cara ngegolin amal sholeh tanpa kena kartu merah di akhir zaman, Tong!
Apa sih Gunanye Belajar Kaidah Amar dan Nahi Buat Kite? Nah di serial "SEPAK BOLA" ini kita bakal pelajarin aturan main syariat dari Allah SWT, mulai dari instruksi wajib cetak gol kebaikan ampe rambu-rambu anti-pelanggaran. Biar ente tau kapan harus ngebut nyerang dalam ketaatan, dan kaga gampang teledor nerobos garis terlarang!
"Sepak Bola Bab VII: Strategi Pelatih - Amar Itu Instruksi Nyetak Gol, Nahi Itu Aturan Anti-Pelanggaran!"
๐ค Kuliah Singkat Sepak Bola The Nyablak Teacher
Dengerin nih Tong, anak muda jaman sekarang kalau maen bola maunya nyerang doang tapi kaga care sama taktik pelatih. Padahal di lapangan hijau kehidupan, kalau ente kaga paham mana instruksi wajib (amar) dan mana larangan tekel keras (nahi), dijamin ente bakal diusir wasit keluar lapangan alias nyemplung ke lembah kenistaan. Makanya, pelajarin nih strategi pelatih sejati!
Dalam sajian materi kali ini, kita bakal bedah tuntas strategi pelatih mengenai hakikat perintah (amar) dan larangan (nahi) beserta kaidah-kaidah dasarnya yang dipake para mujtahid buat nentuin hukum di lapangan hijau syariat.
๐ฅ KENAPA KUDU BELAJAR SEPAK BOLA BAB VII?
- Strategi Gol Valid: Paham instruksi pelatih (Allah SWT) buat nyetak prestasi dunia akhirat tanpa salah arah.
- Anti Kartu Merah: Tau batasan tekel dan pelanggaran (nahi) biar kaga kena sanksi hukum syar'i.
- Mental Skuad Utama: Jadi pemain inti andalan di tim surga dengan pemahaman Ushul Fiqh yang matang ala santri Gontor.
๐ MATERI UTAMA: STRATEGI PELATIH - AMAR ITU INSTRUKSI NYETAK GOL, NAHI ITU ATURAN ANTI-PELANGGARAN!
Sumber hukum Islam yang pertama dan utama adalah Al-Qur’an berikutnya Al-Hadis sebagai sumber hukum yang kedua. Perlu Anda ketahui bahwa Al-Qur’an bersifat global, dengan demikian tidak semuanya hukum itu diterangan oleh Al-Qur’an secara terperinci. Sebagai sumber hukum Islam, dalam mengungkapkan pesan hukum yang terkandung di dalamnya menggunakan beberapa metode; ada yang mementingkan arti bahasanya dan ada pula yang mementingkan maqasid syari’ah (tujuan hukum).
Ushul fikih mempunyai peranan penting sebagai jalan tengah melahirkan hukum, atau sebagai metode untuk menggali hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis agar dapat dengan mudah dipahami oleh umat Islam. Oleh sebab itu ulama ushul fikih menciptakan kaidah-kaidah kebahasaan yang terkenal dengan istilah kaidah ushul fikih, untuk memudahkan memahami pesan hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadis. Kaidah ushul fikih itu banyak sekali diantaranya adalah kaidah amar dan nahi. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas bab kaidah amar dan nahi berikut ini!
A. Menganalisis Kaidah Amar
1. Pengertian Amar
Menurut bahasa amar artinya perintah. Sedangkan menurut istilah amar adalah:
Tuntutan melakukan pekerjaan dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah (kedudukannya).
Yang lebih tinggi kedudukannya dalam hal ini adalah Allah SWT dan yang lebih rendah kedudukannya adalah manusia (mukallaf). Jadi amar itu adalah perintah Allah SWT yang harus dilakukan oleh mukallaf untuk mengerjakannya. Perintah-perintah Allah SWT itu terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
2. Bentuk Sighat Amar (Lafadz Amar)
Ada beberapa bentuk sighat amar yang dirumuskan oleh pakar bahasa Arab sebagai lafadz yang menunjukkan perintah, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Fi’il amar, atau kata kerja bentuk perintah, contoh lafadz َูุฃَِููู ُูุง ุงูุตََّูุงุฉَ َูุขุชُูุง ุงูุฒََّูุงุฉَ َูุงุฑَْูุนُูุง ู َุนَ ุงูุฑَّุงِูุนَِูู pada firman Allah SWT: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
- Fi’il mudhari’ yang didahului oleh lรขm amar, contoh lafadz َْููุชَُูู ู ُِّููู ْ ุฃُู َّุฉٌ َูุฏْุนَُูู ุฅَِูู ุงْูุฎَْูุฑِ pada firman Allah SWT: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan..." (QS. Ali-Imran [3]: 104)
- Isim fi’il amar, contoh lafadz َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุนََُْูููู ْ ุฃَُููุณَُูู ْ pada firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu..." (QS. Al-Maidah [5]: 105)
- Masdar pengganti fi’il, contoh lafadz َูุจِุงَْููุงِูุฏَِْูู ุฅِุญْุณَุงًูุง pada firman Allah SWT: "Dan berbuat baiklah pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al-Isra’ [17]: 23)
- Kalam khabar bermakna berita, contoh firman Allah SWT: َูุงْูู ُุทَََّููุงุชُ َูุชَุฑَุจَّุตَْู ุจِุฃَُْููุณَِِّูู ุซََูุงุซَุฉَ ُูุฑُูุกٍ "Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'." (QS. Al-Baqarah [2]: 228)
- Lafadz-lafadz yang bermakna perintah (َูุชَุจَ، ุฃَู َุฑَ، َูุฑَุถَ، ุฃَْูุฌَุจَ), contoh pada firman Allah SWT: َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ُูุชِุจَ ุนََُْูููู ُ ุงูุตَِّูุงู ُ "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa..." (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
3. Kaidah Amar
Kaidah-kaidah amar yaitu ketentuan-ketentuan yang dipakai para mujtahid dalam mengistimbatkan hukum. Ulama ushul merumuskan kaidah-kaidah amar dalam lima bentuk, yaitu:
Kaidah Pertama: Pada dasarnya amar (perintah) itu menunjukkan kepada wajib. Maksudnya adalah jika ada dalil Al-Qur’an ataupun Al-Hadis yang menunjukkan perintah wajib apabila tidak dikerjakan perintah tersebut maka berdosa, kecuali dengan sebab ada qarinah. Di antaranya bermakna: Nadb (anjuran/sunnah), Irsyad (bimbingan), Ibahah (boleh), Tahdรฎd (ancaman), Taskhรฎr (menghina), Ta'jรฎz (melemahkan), Taswiyah (penyamaan), Takdzรฎb (pendustaan), Talhรฎf (membuat sedih), Takwรฎn (penciptaan), Tafwรฎdh (penyerahan), Imtinรขn (menyebut nikmat), Ikrรขm (memuliakan), dan Du'รข (berdoa).
Kaidah Kedua: Perintah itu pada dasarnya tidak menghendaki pengulangan (berkali-kali mengerjakan perintah).
Kaidah Ketiga: Perintah itu pada dasarnya tidak menunjukkan kepada kesegeraan.
Kaidah Keempat: Perintah terhadap suatu perbuatan, perintah juga terhadap perantaranya (wasilahnya).
Kaidah Kelima: Perintah sesudah larangan berarti diperbolehkan mengerjakan kebalikannya.
B. Menganalisis Kaidah Nahi
1. Pengertian Nahi
Menurut bahasa nahi artinya larangan. Sedangkan menurut istilah nahi adalah:
Tuntutan meninggalkan perbuatan dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah (kedudukannya).
Yang lebih tinggi kedudukannya dalam hal ini adalah Allah SWT dan yang lebih rendah adalah manusia (mukallaf). Jadi nahi itu adalah larangan Allah SWT yang harus ditinggalkan oleh mukallaf.
2. Bentuk Sighat Nahi (Lafadz Nahi)
Dalam bahasa Arab bentuk sighat nahi banyak macamnya, di antaranya sebagai berikut:
- Fi’il mudhari’ yang didahului oleh lรข nahiyah, contohnya lafad ََููุง ุชَْูุฑَุจُูุง ุงูุฒَِّูุง pada firman Allah SWT: "Dan janganlah kamu mendekati zina..." (QS. Al-Isra’ [17]: 32)
- Fi’il mudhari’ yang didahului lรข nafi, contohnya lafad َّูุง َูู َุณُُّู ุฅَِّูุง ุงْูู ُุทََّูุฑَُูู pada firman Allah SWT: "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan." (QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
- Lafad-lafad yang memberi pengertian haram atau perintah meninggalkan sesuatu perbuatan, contohnya lafad ุญُุฑِّู َุชْ ุนََُْูููู ْ ุฃُู ََّูุงุชُُูู ْ pada firman Allah SWT: "Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu..." (QS. An-Nisa’ [4]: 23)
3. Kaidah Nahi
Kaidah yang berhubungan dengan nahi (larangan) ada empat, yaitu sebagai berikut:
Kaidah Pertama: Pada asalnya nahi itu menunjukkan pada haram. (Selain haram bisa bermakna karahah, tahqรฎr, bayanul 'รขqibah, irsyรขd, du'รข, ta'yรฎs, dan i'tinรขs).
Kaidah Kedua: Pada asalnya nahi itu akan mengakibatkan kerusakan secara muthlaq.
Kaidah Ketiga: Pada asalnya nahi itu menghendaki adanya pengulangan sepanjang masa secara muthlaq.
Kaidah Keempat: Larangan terhadap sesuatu itu berarti perintah kebalikannya.
๐ Tambahan Materi dari Abi
(Sumber valid: Kitab "Fath al-Bari" karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, "Al-Burhan fi Ulum Al-Quran" karya Imam Al-Zarkasyi, dan "Al-Itqan fi Ulum Al-Quran" karya Imam Al-Suyuthi)
Dalam memahami taktik hukum amar dan nahi, para ulama ushul fikih Syafi'iyyah menegaskan bahwa pemahaman teks dalil tidak boleh keluar dari koridor maqashid syariah. Pelatih kehidupan (Allah SWT) memberikan instruksi yang presisi agar skuad mukallaf mampu mengeksekusi syariat dengan selamat di dunia dan gilang gemilang di akhirat.
⚖️ KOTAK KHUSUS: MUQORONATUL MADZAHIB (PENDAPAT EMPAT MAZHAB SOAL AMAR & NAHI)
Biar wawasan taktik fikih ente makin luas dan kaga kagalau denger beda pandangan ulama soal perintah (amar) dan larangan (nahi), nih Abi beberin perbandingan pendapat dari empat mazhab muktabar ditambah mazhab Zhahiriyyah:
๐ฏ ALASAN ABI PILIH MAZHAB SYAFI'I (GAYA BABA & TAKHRIJ)
Dengerin nih ye, Tong! Kenapa Abi paling mantap megang mazhab Syafi'i dalam mengurai kaidah amar dan nahi? Bukan berarti mazhab Hanafi, Maliki, atau Hanbali itu kaga keren, sumpah kaga! Ulama-ulama mereka itu jagoan taktik lapangan hijau tingkat dewa. Tapi buat Anak Betawi Asli kelahiran Cengkareng yang doyan ngaji turats klasik, mazhab Syafi'i itu ibarat strategi tiki-taka yang paling rapi, logis, dan gampang dicerna. Metodologi istimbath Imam Syafi'i lewat kitab Ar-Risalah ngajarin kita disiplin narik hukum tanpa maen serobot garis putih. Jadi, kalau ada yang bilang aturan amar nahi mazhab Syafi'i kurang greget, bilangin aje: "Mainan lo kurang jauh, ngoding ushul fikih-nya kurang teliti, ngopi item-nya kurang kentel!" Hehe.
✨ POJOK GEN-Z: REALITA "TAKTIK BOLA" DI SEKOLAH ✨
Biar ente kaga pusing, liat contoh taktik pelatih yang sering kejadian di sekolah:
-
๐ฏ Instruksi Wajib (Amar Pelatih):
"Semua pemain wajib hadir tepat waktu sebelum kick-off latihan!"
๐ Kalo ente dateng telat, berarti ente ngelanggar perintah wajib pelatih dan siap-siap dicoret dari skuad utama. -
๐ฏ Aturan Anti-Pelanggaran (Nahi Wasit):
"Dilarang keras tackling dari belakang ke kaki lawan!"
๐ Namanya larangan keras (haram), kalau dilanggar langsung diganjar kartu merah sama wasit. Di syariat juga begitu, bro!
๐ฑ ANALOGI CHAT GRUP SEPAK BOLA (BIAR NYAMBUNG)
Ente bayangin lagi di grup WhatsApp Tim Sepak Bola Sekolah, Coach ngirim voice note:
Tapi 5 menit kemudian, Coach nge-chat lagi:
Nah! Kalo ente taat instruksi pelatih dan jauhin larangan wasit, tim ente bakal menang telak dan jadi juara sejati. Begitu juga aturan main dari Allah di muka bumi ini, Tong!
๐ RUTE POS PENJAGAAN BAB VII:
Klik pos di bawah buat mulai petualangan Stadion BABA Bab VII!
َูุงَُّููู ุฃَุนَْูู ُ ุจِุงูุตََّูุงุจِ
َูุงูุณََّูุงู ُ ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Tidak ada komentar:
Posting Komentar